Postingan

Keliru Menduga - Cerdak Mei 2013. Uyeye, gagal lagii.. :)

Bruk . Marini menabrak tubuh seseorang. Buku-buku yang dibawanya sempurna berserakan di lantai. “Mmm.. maaf pak, maaf. Saya gak sengaja,” Marini berkata terbata. Akibat hari pertama MOS-nya telat ia dihukum mengantarkan buku-buku ke perpustakaan. Tadi kakak OSIS hanya memberinya waktu lima menit untuk kembali ke ruang kelas. Sungguh, hari ini kemalangan bertubi menimpanya. Dimulai dengan bangunnya yang kesiangan, tertinggal angkot saat hendak berangkat, dan sekarang harus bertabrakan dengan kepala sekolah. Maka, tanpa banyak kata Marini tergesa membereskan buku-buku tersebut, lalu bergegas menuju perpustakaan, berhitung dengan waktu yang terus berjalan.

The Miracle Of Love

Ribuan kilo, jalan yang kau tempuh Lewati rintang, untuk aku anakmu Ibuku sayang, masih terus berjalan Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah Seorang bocah perempuan berusia belasan tahun menyanyikan sebuah lagu milik Iwan Fals dengan penuh penghayatan. Sementara, seorang gadis berjilbab biru muda dengan motif bunga-bunga tengah duduk di sudut sebuah kafe di bilangan Jakarta. Tatapan matanya nanar, memandang rintik hujan dari balik kaca kafe. Bocah tadi menghampiri sang gadis, sambil terus menyanyikan lagu berjudul “Ibu” tersebut. Tangan mungilnya menyodorkan bungkus permen ke hadapan sang gadis. Berharap ada sedikit rejeki yang dengan ikhlas disisihkannya.

Do'a Untuk Negeriku (Dalam buku UNTUK INDONESIA)

Gambar
Judul Buku     : Untuk Indonesia Penulis            : Abdillah Mubarak Nurin, dkk Penerbit          : Meta Kata Tahun terbit    : Februari 2013 Tebal               : 166 Halaman ISBN               :978-602-2897-98-9 Harga              : - Do'a Untuk Negeriku (halaman 11) Meski aku serupa ilalang pada belantara sunyi tak bertuan Namun bukan sebab aku tak mampu mengubah negeriku Lewat semilir angin

Kartini dan Kartono (Cerdak April yang "toeng-toeng" lagi-lagi cuma berhasil masuk 10 besar, dan ujungnya gak lolos... )

Tini mendengus sebal. Baru saja ia mengetik naskah sebaris, hapenya kembali berdering. Dilihatnya nama Tono tertera di layar hapenya. Ingin rasanya ia mengacak-acak muka Tono yang selalu mengganggu hidupnya. Bagaimana tidak, cowok gemulai itu doyan sekali ngomong. Kerjaannya cerita ini itu. Sialnya lagi, Tini tidak bisa jauh dari Tono. Tini masih kerap membutuhkan kepintaran Tono untuk mengajarinya jika ada pelajaran yang susah.

AIR MATA CINTA

Gambar
Naskah ini pernah diikutkan lomba dan lolos pada Maret 2011 lalu. Namun berhubung PJ-nya entah ke mana, dan tidak ada kepastian atas kelanjutan naskah ini, maka dengan ini saya menarik naskah saya. Pihak mana pun tidak berhak untuk mempublikasikannya dalam bentuk apa pun tanpa ijin. “Livia, aku mohon maaf sekali, sepertinya hubungan kita tak mungkin berlanjut,” di ujung taman SMA Negeri 1 Tegal, yang terletak di jalan Menteri Supeno, tiba-tiba ucapan Pandu membuat gadis yang tengah duduk di sampingnya tersentak.

Kesempatan Itu Milik Semua (Cerdak Maret 2013, yang lagi-lagi gagal)

Gambar
Biar cuma masuk nominasi 10 besar, yang penting heppiiiiiiiii... Langit senja menyemburat jingga. Kupu-kupu nan cantik terbang rendah di atas kuntum bunga yang mulai bermekaran. Sementara di sudut taman Indri manyun sambil mengayun-ayunkan kaki. Saiful yang merupakan kakak Indri bĂȘte melihat kelakuan adiknya yang gaje gitu.

Sahabat, dulu, kini dan nanti selamanya bersama...

Gambar
Rasanya masih segar dalam ingatan bagaimana aku melalui masa kecilku, masa remajaku, hingga kini aku masih bertahan di sini. Ah ya, rasanya baru kemarin ingusku meleleh di pipi, meninggalkan jejak noda kecokelatan di lengan baju yang kupakai. Rasanya baru seminggu lalu aku berlarian di pematang sawah menangkap belalang, atau sekadar mencabuti bunga-bunga liar yang tumbuh diantara padi yang menguning. Rasanya pula baru kemarin aku menjejakkan langkah di pelataran SMA Negeri 01 Salem, sebuah sekolah negeri yang bahkan tak pernah tertulis dalam cita-citaku bahwa aku akan bersekolah di sekolah ini. Sekolah yang jauh dari kampung halaman dan mengharuskanku berpisah dengan orangtua hingga tiga tahun lamanya. Ah, jika diingat semuanya memang terasa belum lama. Tapi ternyata, dua puluh satu tahun sudah kusinggahi dunia ini. Kukecap segala kenangannya. Mulai dari yang manis, pahit hingga teramat pahit sekalipun. Benar jika pepatah mengatakan bahwa setiap dari kita tak seorang pun tahu apa ...