Postingan

Karenamu Aku Mampu

Gambar
Sumber : Google Aku seringkali bercumbu dengan dingin malam, hanya untuk merenung, melakukan pencarian ilham hingga ke tepian imaji. Dari perenungan tersebut, tak jarang kutemukan sejumput kata yang teronggok di ruang hampa. Lalu, entah dari mana datangnya ide tersebut, tanganku dengan piawai meliuk-liuk di atas tuts keyboard seperti penari yang tengah menghibur penonton di atas panggung. Kuramu kata-kata yang begitu saja keluar dari benakku, lalu merangkainya menjadi susunan kalimat yang kurasakan hidup dan memiliki ruh.

Karena Aku Menyayangimu

Gambar
Sumber : Google Beberapa hari lalu, saat kau ijin untuk pergi sejenak. Waktuku terasa berjalan lambat, hariku sepi tanpamu. Dan ketika kutahu kau akan segera kembali, bahagia tak terkira pun kurasakan menyelimuti hati.

Dia, Inspirasi Pagiku

Selasa, 01 Mei 2012 @11.55 am Rasaku yang bermuara pada hati, mungkin ditakdirkan untuk begitu mudah tersentuh, tatkala mata menyaksikan beragam fakta tentang kerasnya kehidupan. Bulir bening dari pelupuk mataku begitu saja menetes, seakan tanpa dosa, ketika dari kejauhan kulihat sosok yuang sebenarnya begitu familiar,

Kapan Kau Menikahiku???

Gambar
Cinta. Dari jaman Nabi Adam yang masih sangat primitif hingga jaman telah berubah modern seperti sekarang ini, topik Cinta selalu menjadi bahan hangat yang tak pernah ada habisnya untuk dibahas. Karena cinta adalah sebuah perantara yang mampu membawa seseorang memasuki dimensi yang tak dapat diuraikan dengan pasti. Sejatinya cinta adalah rasa yang secara naluriah tumbuh dalam hati seseorang, lalu berkembang bak semerbak mawar yang merekah. Senja perlahan merangkak menenggelamkan siang. Hujan lebat yang baru saja mengguyur kota Purwokerto masih menyisakan aroma sendu. Di sana sini air tampak menggenangi jalanan yang mulai berlubang. Sementara, pepohonan yang tetap setia berjajar seperti barisan tentara di sepanjang jalan antara Fakultas Pertanian hingga Fakultas Bahasa UNSOED terlihat basah oleh rintik hujan yang baru saja usai. Seorang gadis bermata sipit dengan jilbab abu-abu serta gamis panjang dengan

Ternyata, Bahagia pun Menjadi Milikku

Gambar
Awalnya aku mengenalmu dalam maya, benar-benar tak terjamah raga. Awalnya pula tak ada rasa istimewa, yang kurasa pantas kutujukan padamu. Sebab saat itu, hatiku benar-benar tak mampu menerima kehadiranmu, atau barangkali masih enggan untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis. Yah, sebenarnya bukan enggan. Hanya saja aku masih ragu, apalagi hadirmu tak benar-benar ada dalam nyataku. Bagaimana mungkin dua insan yang tak pernah bertemu bisa bersatu? Apalagi untuk hubungan yang lebih serius? Aku pikir, ini adalah sesuatu yang gila. Sangat tidak bisa diterima logika. Maka, saat pertama kau mengajakku berkenalan, aku hanya menanggapi setengah hati. Tak benar-benar menganggapmu teman. Apalagi teman istimewa. It's so imposible.

Semangat

Gambar
selayak merpati yang membubung tinggi aku tegak berdiri tengadahkan segala puja pada Tuhan penguasa semesta

Acuh

Gambar
segala rasa menepi di dinding hati berpendar liar menguasai diri menjerumuskanku ke alam mimpi yang tak bertepi terasa mati sepi..... tak seorang pun menemani